4 Masalah Klasik Vario 150 yang Perlu Diperhatikan

4 Masalah Klasik Vario 150 yang Perlu Diperhatikan

AHASS HTML – Vario 150. Di antara banyak lini produk motor matic dari Honda, lini Vario merupakan favorit banyak orang. Dari pertama kali dirilis di pertengahan 2000 an, lini Vario selalu diincar karena modelnya yang trendy dan pilihan variasi yang banyak mulai dari 125 cc sampai 150 cc. Namun layaknya lini motor matic lainnya, ada masalah klasik yang harus diperhatikan ketika memiliki motor matic lini Vario. Masalah klasik ini harus jadi perhatian khusus baik itu pengguna baru atau pengguna lama biar langsung dapat ditangani dengan baik di bengkel AHASS HTML.

Agar memudahkan Lo untuk mengetahui masalah klasik apa saja yang harus diperhatikan bagi pengguna vario 150 dan variasi lainnya, tim AHASS Honda HTML sudah menghimpunnya menjadi 4 masalah klasik Honda Vario 150 yang Perlu Diperhatikan. Berikut ini pembahasannya.

Baca juga: 5 JENIS PERAWATAN MOTOR HONDA YANG BISA LO LAKUKAN DI RUMAH, GAMPANG DAN BERMANFAAT!

Masalah 1: Getaran Pada CVT

vario 150

Sebenarnya masalah getar pada CVT tidak hanya dialami oleh Honda vario 150 saja, pada dasarnya semua matic di atas 125 cc seperti Honda PCX juga kerap mengalami masalah ini. Sesungguhnya penyebab getaran pada CVT ini kampas kopling ganda dan mangkok atau clutch housing sudah tipis. Makanya ketika dibawa naik tanjakan, tarikan gas cenderung payah. Sesungguhnya munculnya getaran ini pun memiliki macam-macam penyebab lagi, oleh karena itu disarankan untuk memeriksakan langsung ke bengkel AHASS.

Namun untuk sekadar gambaran, mari kita kelompokan sesuai gejalanya.
Gejala ‘gredeg’
Bila mengalami gejala gredeg pada CVT di RPM rendah atau ketika tarikan pertama bisa jadi masalah ada di kopling ganda. Penyebabnya bisa jadi debu dan kotoran yang menempel pada kopling dan roller, solusi awal adalah melakukan pembersihan CVT. Masalah ini juga bisa disebabkan oleh roller yang sudah terkikis, bila penyebabnya ini maka solusinya adalah dengan mengganti part roller pada CVT.

Masalah 2: Tarikan Vario 150 Letoy

Seri Vario 150 dikenal matic yang gesit dan cepat, namun seiring dengan pemakaian dan juga speedometer yang terus naik maka masalah yang kerap dialami para penggunanya adalah tarikannya yang kian letoy. Tenang, Sob. Sesungguhnya ini merupakan masalah yang biasa dan dapat dihindari dengan perawatan yang sempurna dari bengkel AHASS HTML. Sama halnya dengan masalah pertama, ini ada kaitannya dengan bagian CVT.

Biasanya masalah ini terjadi lantaran ruang CVT kotor atau karena kondisi belt aus dan sudah harus diganti. Selain itu akar masalah juga bisa karena roller sudah peyang atau pegas CVT sudah lemah. Jika sudah begini maka penggantian part sudah harus dilakukan, dan disarankan juga untuk melakukan perawatan CVT secara menyeluruh setiap 8000 km. Untuk V-belt sendiri disarankan dilakukan penggantian setiap 24.000 km atau maksimal 2 tahun tergantung pemakaian.

Jangan lupa juga mengganti filter udaranya, Sob. Filter udara yang kotor membuat debu bisa masuk ke ruang bakar dan menjadi kerak karbon. Kalau sudah begini performa mesin bisa terganggu dan membuat tarikan Vario 150 tidak maksimal.

Baca juga: 7 JEROAN HELM MOTOR PENTING, JANGAN SAMPAI LO SKIP BRO!

Masalah 3: Stang Berat

Buat yang sering berboncengan, membawa beban berat, atau melewati jalan rusak harus hati-hati dengan masalah pada stang. Biasanya keluhannya stang jadi berat, kaku, dan sulit dibelokan. Sesungguhnya ini juga bukan hanya masalah vario 150 tapi hampir semua jenis motor. Biasanya penyebab masalah ini adalah setelan komstir terlalu kencang atau pelumas yang sudah terkikisan seiring dengan pamakaian.

Bila masalahnya hanya pada setelan dan komstir yang aus maka pemberian pelumas berupa gemuk bisa jadi solusinya. Namun apabila penyebabnya adalah bearing atau mangkok komstir pecah maka harus dilakukan penggantian sesegera mungkin, bisa sudah pecah atau patah maka stang bisa ‘oblak’ ketika belok dan ini membahayakan.

Masalah 4: shock breaker keras

vario 150

Shock breaker pada vario 150 memiliki peran penting untuk meredam getaran selama berkendara sehingga riding jadi nyaman dan stabil meski melewati jalan rusak. Makanya kalau shock breaker keras maka membuat berkendara jadi kurang nyaman dan gak stabil, kalau sudah parah maka bisa buat tangan jadi kesemutan. Tidak ingin mengalami hal ini?

Masalah shock breaker depan

Shock breaker depan memiliki peran penting, sama seperti di belakang. Kalau tidak berfungsi baik bisa membuat motor gampang oleng tiap kali melewati jalan tidak rata. Kalau mengalami hal ini maka periksa oli pelumas dan per pada masing-masing batang shock breaker. Kalau dirasa sudah aus maka ada baiknya dilakukan pengurasan sesegera mungkin.

Pasalnya bila masalah ini didiamkan maka bisa merambat ke komstir. Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi segera lakukan penggantian oli.

Baca juga: 5 JAKET MOTOR PRIA YANG WAJIB LO PUNYA KALAU LO BIKERS SEJATI



WeCreativez WhatsApp Support
Kepala Bengkel kami siap menjawab pertanyaan kamu
Hi, Apa yang bisa kami bantu?