5 Cara Berkendara Motor yang Baik, Nomor 5 Sederhana Tapi Berguna

cara berkendara motor yang baik

5 Cara Berkendara Motor yang Baik, Nomor 5 Sederhana Tapi Berguna

AHASS HTML. cara berkendara motor yang baik merupakan sebuah informasi yang patut dimiliki oleh para pengendara motor, terutama bila motor dijadikan kendaraan sehari-hari. Selain menghindarkan dari potensi kecelakaan lalu lintas, mengetahui cara berkendara motor dengan baik pun merupakan sebuah tolok ukur attitude seorang riders di kalangan komunitas dan juga peers atau sesama riders.

Setiap orang pasti ingin menunjukan dirinya sebagai seorang riders sejati, termasuk juga Elo, Sob! Makanya pastikan Lo menyimak dan mempraktikan 5 cara berkendara motor yang baik yang sudah dihimpun tim AHASS HTML dari berbagai sumber ditambah pengalaman pribadi. Nomor 5 sederhana tapi berguna banget, Sob.

Baca juga: 5 LANGKAH MUDAH AGAR MOTOR LEBIH AWET

cara berkendara motor yang baik

1. Posisi Kaki Sejajar Adalah Syarat Mutlak Naik Motor

Terlepas dari jenis motornya. Apakah motor batangan, motor bebek, ataupun motor matic. Biasanya penyakit paling kronis dalam berkendara adalah posisi kaki yang asal-asalan. Padahal dalam mengendarai motor posisi kaki itu sangat krusial, Sob. injakan kaki yang ada pada motor tentu bukan cuma asal pasang, tapi mencerminkan bagaimana nantinya posisi kaki Lo harus berada.

Pengaruhnya adalah di posisi riding yang tepat sehingga manuver-manuver di atas motor pun mulus. Ketika harus melakukan gerakan tiba-tiba pun tidak akan mudah kehilangan kendali lantaran posisi topangan badan pas di motor. Lalu bagaimana posisi kaki yang baik saat berkendara?

Dikarenakan setiap tipe motor memiliki posisi berkendara yang berbeda, jadi mungkin Lo akan mendapatkan feel riding tersendiri. Tapi pada dasarnya Lo harus menjaga supaya kedua kaki Lo sejajar dan membentuk sudut 90 derajat atau letter L. Jangan sampai lurus ke depan apalagi membengkok ke samping, posisi ini bahaya Sob. Bisa kesamber kendaraan yang lewat atau patah ketika terjatuh.

2. Fokus Ke Arah yang Mau Diambil

Percaya tidak percaya, salah satu penyebab dari kecelakaan kendaraan roda dua adalah kesalahan dalam mengambil arah. Hal ini kemudian berujung pada manuver yang terkesan tiba-tiba atau memaksakan, istilahnya adalah target fixation. Salah satu contoh paling mudah dari target fixation adalah ketika seorang pengendara ingin manuver belok ke kanan atau ke kiri namun langsung melakukan eksekusi tanpa memperhitungkan atau fokus ke arah yang ingin diambil.

Kondisi tersebut akhirnya membuat riders terlalu cepat berbelok tanpa mengindahkan lalu lintas di sekitarnya. Padahal ketika seorang riders ingin berbelok, lalu lintas di sekelilingnya membutuhkan waktu 20 sampai 50 detik untuk menyadari pergerakan riders tersebut. Oleh karena itu fokus dan perhatikan arah yang ingin diambil jadi hal penting, bila harus berhenti sejenak sampai kondisi memungkinkan maka disarankan untuk berhenti terlebih dahulu.

3. Jaga Jarak!

Mungkin cara berkendara motor yang baik satu ini sudah lumayan sering terdengar dari para ahli safety riders, tapi ternyata faktanya masih banyak riders yang lalai dalam menerapkan teknik ini. Padatnya lalu lintas dan kondisi yang dipacu waktu membuat kebanyakan riders jadi lalai masalah jaga jarak, padahal ini tuh cara paling umum dan ampuh dalam mencegah kecelakaan lalu lintas.

Sempitnya jarak antara satu kendaraan dan lainnya menghilang celah untuk bermanuver secara mendadak bila kendaraan di depan melakukan rem mendadak atau hilang kendali atau oleng. Tidak adanya kesempatan untuk bermanuver mendatangkan celaka untuk riders, biasanya ada dua pilihan untuk sang riders dalam menghadapi momen ini dan percaya deh kalau kedua pilihannya tidak ada yang enak.

Pilihan pertama adalah menabrak kendaraan di depan, lalu pilihan kedua adalah menghindar dengan banting stang dengan risiko menabrak benda di sekeliling termasuk kendaraan roda dua atau roda empat yang melintas. Tidak enak kan? Makanya selalu ingat: jaga jarak!

Baca juga: 5 TIPS BERKENDARA DI MUSIM HUJAN5 TIPS BERKENDARA DI MUSIM HUJAN

4. Gunakan Rem Depan dan Belakang Secara Bersamaan

Dalam berkendara roda dua, ketika dibutuhkan untuk berhenti mendadak pastikan Lo menarik rem depan dan belakang secara bersamaan, Sob. terutama jika kondisi sedang hujan atau setelah hujan dimana jalan menjadi licin sehingga dapat menyebabkan ban slip ketika menarik rem. Gunanya menarik kedua rem adalah meningkatkan gaya gesekan antara ban dan aspal sehingga tidak terjadi slip.

Ketika hanya salah satu rem yang ditarik maka kemungkinan slip masih besar sebab salah satu ban masih berputar bebas dan memberikan dorongan ekstra kepada ban lainnya, makanya ketika ban yang direm sudah tidak lagi dapat berputar namun dorongan masih kuat maka yang terjadi kemudian adalah slip.

Jika sudah slip dan riders tidak bisa mempertahankan keseimbangan motor maka dapat menyebabkan kecelakaan. Makanya ingat untuk selalu menarik kedua rem saat harus berhenti mendadak.

5. Rem Dengan Dua Jari

Cara berkendara motor yang baik berikut ini bisa dibilang sederhana namun sangat krusial untuk kenyamanan berkendara, terutama ketika membutuhkan tindakan rem mendadak yang tepat dan efisien. Caranya adalah menggunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk menarik rem, walau sepele namun hal ini akan memberikan pengalaman yang berbeda ketimbang menggunakan satu atau empat jari.

Ingin lebih responsif dalam narik rem terutama di kondisi urgent? Selalu posisikan kedua jari Lo di atas tuas rem, dengan begitu kapanpun dibutuhkan maka Lo bisa menarik rem dengan cepat dan efektif.

Itu dia beberapa cara berkendara motor yang baik dari AHASS HTML. Jadilah riders yang taat aturan lalu lintas, dan bertanggung jawab dalam mengendarakan motor agar tidak mencelakakan diri sendiri dan juga orang lain.

Baca juga: 6 TIPS SAAT NGECAS SMARTPHONE DI BAGASI



WeCreativez WhatsApp Support
Kepala Bengkel kami siap menjawab pertanyaan kamu
Hi, Apa yang bisa kami bantu?